Betulkah NU Sekarang Beda dengan NU Zaman KH Hasyim Asyari?

berita terbaru nu kita
Sosok KH. Hasyim Asy'ari. (Foto: google.com)
Kamis, 09 September 2021 - 10:30 WIB | Dilihat: 687

NUKITA.ID, MALANG – Ada banyak orang bertanya. Betulkah NU sekarang beda dg NU jaman KH Hasyim Asy'ari? Jawab: tidak betul. Yg mengatakan demikian hanya kalangan yg anti NU dan ingin supaya nahdliyin benci NU sekarang. Agar supaya bisa masuk ke kelompok mereka.

A: “Aku malu jadi warga NU sekarang.”

B: “Kenapa memangnya?”

A: “NU sekarang tidak seperti NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU sudah disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non-muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam.”

B: “Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?”

A: “Nggak juga sih.”

B: “Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar. Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?”

A: “Kalau itu tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah.”

B: “Kamu tahu nggak, NU zaman Mbah Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU-nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang.”

A: “Masa sih?”

B: “Iya, dan kamu tahu nggak kalau Mbah Wahab Chasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya, berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar.”

A: “Masa sih?”

B: “Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis, bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI.”

A: “Gitu ya?”

B: “Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja. Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan.”

A: “Oh gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU.”

B: “Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU, belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU sekarang, kita nggak tahu yang sebenarnya, kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu kebenarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU. Karena strategi NU ini mirip dengan strategi Nabi dalam berdakwah.”(*)

semoga manfaat.....


Pewarta :
Editor :
Tags : , , , , ,

Comments: