Polres Malang Deklarasikan Tim Cyber NU-Polri

berita terbaru nu kita
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dan Ketua PCNU Kabupaten Malang dr H Umar Usman mendeklarasikan pembentukan pasukan siber lintas kelembagaan. (Foto: Nukita.id)
Minggu, 22 Oktober 2017 - 15:03 WIB | Dilihat: 10.74k

NUKITA.ID, MALANGUpacara Peringatan Hari Santri (HSN) 2017 Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi momentum merekatkan hubungan antara Polres Malang dengan PCNU. Di hadapan sekitar 10 ribu santri, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dan Ketua PCNU Kabupaten Malang dr H Umar Usman mendeklarasikan pembentukan pasukan siber lintas kelembagaan. Inovasi itu adalah yang pertama dilakukan diantara dua lembaga tersebut di Indonesia.

"Kami memberanikan diri memulai inisiatif ini karena NU saat ini adalah mitra Polri yang bisa mendukung tugas kami menegakkan hukum di  dunia siber." Ujar YS Ujung.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan di atas panggung utama HSN 2017. Tampak hadir Letkol Arm Muridan (Dandim 0818), DR H Rendra Kresna (Bupati Malang), jajaran ulama dan kiai pengurus NU se-Kabupaten Malang serta tokoh masyarakat.

YS Ujung menilai, sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan luas ke kelompok masyarakat, NU dinilai  efektif dalam melakukan pendekatan. Besarnya jamaah yang dinaungi organisasi Islam moderat itu maka secara spesifik kerjasama akan dilakukan dalam rangka pemeliharaan keamanan siber, anti ujaran kebencian, tangkal hoax, dan tangkal radikalisme.

Pria kelahiran Jakarta,16 Desember 1977 itu mengatakan, dalam sejarahnya, NU ikut memiliki andil besar dalam mendirikan Indonesia maka memiliki peran yang sama, seperti TNI dan Polri, sebagai pendiri bangsa. Dalam sejarah, ketiga komponen bangsa itu bahu membahu dalam mempertahankan NKRI.

"Diharapkan NU dapat menjadi mitra strategis polisi dalam penanganan kejahatan siber dan ujaran kebencian. Tapi, kalau soal penegakannya, secara hukum tetap tugas polisi," tuturnya.

dr Umar Usman menyambut baik kerja sama ini. Dia menuturkan bahwa selama ini banyak kader NU yang telah bekerja sama dengan polisi dalam penanganan masalah-masalah di tengah masyarakat, termasuk soal konflik sosial. Setelah perjanjian kerjasama ini tentu kesepahaman antara kedua belah pihak akan dapat terjalin dengan baik.

"Semoga inovasi baru kelak dijadikan rujukan oleh penegak hukum di wilayah lain," ujar dr Umar.

Sebagai pelaksana dari kesepakatan itu NU dan Polres menunjuk sejumlah ketua lembaga dan jajaran yang berada dibawah koordinasi organisasi. Antara lain, Yatimul Ainun (Ketua LTN NU), H Abu Yazid (Ketua RMI NU), KH Imron Rosyadi Syarif (Ketua LDNU), Yusuf Bahtiar (Ketua IPNU), Siti Nadifatul (Ketua IPPNU), Zulham Akhmad Mubarrok (Pemimpin Redaksi NUkita.id), dan, AKP Farid Fatoni (Kasubag Humas Polres Malang).

Ke depan, kata dr Umar baik NU maupun Polri siap saling memberi masukan berupa informasi, pendapat dan saran dalam proses penanganan tindak pidana ujaran kebencian, paham radikalisme, terorisme, dan isu SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar golongan). NU juga akan mengoptimalkan lembaga dakwah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan dalam rangka kampanye melawan paham radikalisme, terorisme, dan ujaran kebencian.

"Kami akan bersama-sama membentuk pasukan siber lintas kelembagaan dalam rangka melawan pertumbuhan berita palsu, ujaran kebencian, dan kejahatan siber yang dapat memecah belah kerukunan masyarakat dan umat," kata dia.(*)


Pewarta : Dena Setya Utama
Editor : Zulham A Mubarrok
Tags : , , , , , ,

Comments: