Deklarasi Anti Narkoba, Polres dan PCNU Kabupaten Malang Tanda Tangani MoU

berita terbaru nu kita
Polres Malang menggandeng Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dan sepuluh Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Malang mendeklarasikan Santri Anti Narkoba. (Foto: Nukita.id)
Minggu, 22 Oktober 2017 - 15:28 WIB | Dilihat: 10.46k

NUKITA.ID, MALANGPolres Malang menggandeng Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dan sepuluh Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Malang mendeklarasikan Santri Anti Narkoba yang dilakukan usai upacara Hari Sanri Nasional 2017 di Lapangan Tumapel, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (22/10/2017).

Hadir dalam deklarasi tersebut seluruh pengasuh Pondok Pesantren yang terlibat dalam deklarasi. Sepuluh Pesantren tersebut diantaranya, Pondok Pesantren Ilmu Quran, Ponpes Nurul Huda, Ponpes Darul Karomah, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Ponpes An Nur al Qurani, Ponpes Al Ittihad, Ponpes An Nur 2, Ponpes Shirotul Fuqoha, Ponpes Roudlotul Ulum, Ponpes As Syadzili.

Selain sepuluh Pondok Pesantren, deklarasi dan penanda tanganan MoU juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Malang, BNN Kabupaten Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu dan MUI Kabupaten Malang.

Dalam deklarasi tersebut, semua pihak secara serentak berkomitmen memberantas Narkoba, terutama yang akan masuk ke Pesantren, menyerang para santri. Itu dibuktikan dengan membubuhkan tanda tangan di spanduk sepanjang 25 meter, yang dilakukan oleh santri-santri yang hadir dalam upacara tersebut dan penandatanganan MoU oleh PCNU Kabupaten Malang, sepuluh perwakilan Ponpes se-Kabupaten Malang, dan Polres Malang.

"Jajaran Formpimda Kabupaten Malang, Pesantren, NU dan santri serta masyarakat, berkomitmen berantas narkoba. Melawan bahaya narkoba. Karena narkoba jelas sudah membunuh generasi emas Indonesia," tegas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dalam momentum Hari Santri ini sangat tepat bagi santri untuk terus meningkatkan perang melawan narkoba. Narkoba sebagai musuh nyata generasi bangsa. "Santri dan Pesantren harus menjadi pelopor perang melawan narkoba," tambahnya.

Sebelumnya, Polres Malang telah melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, bahaya narkoba masuk dalam kurikulum muatan lokal di lembaga pendidikan yang ada. "Itu langkah sangat baik dan pertama dimulai dari Kabupaten Malang," ujarnya.

Senada dengan Kapolres Malang, Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr H Umar Usman, pihaknya sangat mengapresiasi ide cemerlang Polres Malang. Karena narkoba tidak boleh masuk ke pesantren dan membunuh masa depan para santri. "NU akan menjadi garda terdepan melawan narkoba," tegasnya.

dr Umar juga menambahkan bahwa nantinya, NU dan Polres Malang serta semua pihak yang telah menanda tangani MoU dan deklarasi Anti Narkoba, akan banyak melakukan program lanjutan. Yakni, sosialisasi bahaya narkoba dan pelatihan menangkal bahaya narkoba bagi pesantren dan Santri. "Terima kasih atas kerjasama Polres Malang. NU dan Polri harus tetap bergadengan tangan untuk menjaga NKRI dan Pancasila," pungkasnya.(*)


Pewarta : Dena Setya Utama
Editor : Yatimul Ainun
Tags : , , , , , ,

Comments: